A. Rahasia Kesuksesan Rasulullah
Kesuksesan Rasulullah saw sebagai seorang saudagar tidak hadir begitu saja. kesuksesan muncul tersebut muncul setelah beliau mendayagunakan seluruh kemampuannya. Apa saja rahasia kesuksesan Rasulullah saw?
- Berpikir mandiri dan tidak tergantung kepada orang lain
- Menjunjung tinggi kejujuran
- Cerdas trampil dalam berdagang
- Mengandalkan komunikasiyang baik dan pelayanan yang memuaskan
- Menggunakan prinsip bahwa bekerja adalah ibadah bagi seseorang
- Bekerja untuk meraih keuntungan dunia dan akhirat
- Membangun jaringan yang luas untuk mengembangkan usaha
- Tidak pernah lupa bershadaqah
- Memperbanyak istighfar dan doa
- Bertawakal atau berserah diri kepada Allah
Demikianlah kesepuluh rahasia sukses Rasulullah saw dalam menjalani kehidupan, terutama sebagai pedagang yang sukses.
B. Meniru Rasulullah saw Dalam Menghadapi Pelanggan
Hal-hal yang harus dilakukan:
1. Jujurlah kepada pelanggan
Hadits yang berkaitan dengan kejujuran dalam berdagang diantaranya sebagai berikut:
"Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah (akan dibangkitkan pada hari kiamat) bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada." (HR. Tirmidzi)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya parapedagang dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang yang berdosa, kecuali mereka yang bertakwa kepada Allah SWT, berlaku baik dalam bertransaksinya dan jujur." (HR.Tirmidzi)
2. Jagalah sopan santun
Sikap sopan santun yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw kepada para pelanggannya berefek luar biasa bagi dagangannya. melalui gaya bicara yang lemah lembut dan santun beliau mampu memikat para pengunjung untuk membeli barang dagangannya.
3.Berikan senyuman terindah
Rasulullah saw adalah seseorang yang mudah tersenyum kepada semua orang. Rasulullah saw menyadari betul bahwa senyuman memiliki kekuatan yang luar biasa dan bisa mengubah musibah menjadi berkah. Terlebih Rasulullah saw pernah bersabda:
"Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah." (HR. Tirmidzi)
B. Meniru Rasulullah saw Dalam Menghadapi Pelanggan
Hal-hal yang harus dilakukan:
1. Jujurlah kepada pelanggan
Hadits yang berkaitan dengan kejujuran dalam berdagang diantaranya sebagai berikut:
"Pedagang yang senantiasa jujur lagi amanah (akan dibangkitkan pada hari kiamat) bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada." (HR. Tirmidzi)
Dalam hadits lain Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya parapedagang dibangkitkan pada hari kiamat sebagai orang yang berdosa, kecuali mereka yang bertakwa kepada Allah SWT, berlaku baik dalam bertransaksinya dan jujur." (HR.Tirmidzi)
2. Jagalah sopan santun
Sikap sopan santun yang ditunjukkan oleh Rasulullah saw kepada para pelanggannya berefek luar biasa bagi dagangannya. melalui gaya bicara yang lemah lembut dan santun beliau mampu memikat para pengunjung untuk membeli barang dagangannya.
3.Berikan senyuman terindah
Rasulullah saw adalah seseorang yang mudah tersenyum kepada semua orang. Rasulullah saw menyadari betul bahwa senyuman memiliki kekuatan yang luar biasa dan bisa mengubah musibah menjadi berkah. Terlebih Rasulullah saw pernah bersabda:
"Senyum manismu dihadapan saudaramu adalah shadaqah." (HR. Tirmidzi)
4.Jagalah penampilan dihadapan pelanggan
Ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa jika ingin melihat kepribadian seseorang, maka lihatlah penampilannya.
5. Bangun komunikasi yang baik dengan pelanggan
Beberapa tips dan cara membangun komunikasi yang baik dengan peklanggan adalah sebagai berikut:
- Jangan lupa memperkenalkan diri
- Jelaskan produk dengan cara yang baik
- Jangan jadikan pelanggan hanya sebagai target penjualan
- Jadikan pelanggan sebagai sahabat
6. Peduli terhadap masalah pelanggan
Dalam hali ini, masalah yang dimaksud bukanlah masalah pribadi pelanggan, tetapi masalah terkait jual beli yang sedang maupun telah terjadi sebelumnya.
7. Catat transaksi dengan benar
Mencatat transaksi dengan benar merupakan hal yang penting dalam bisnis. Apalagi jual beli yang menggunakan sistem kredit. Dan hal ini secara khusus Allah sebutkan dalam Al-Qur'an surat Al Baqoroh ayat 282, yang artinya:
"Hai orang-orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menuliskannya dengan benar. Serta janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakan (apa yang akan ditulis itu). Hendaklah ia bertakwa kepada Allah, Tuhannya serta janganlah ia mengurangimsedikitpun dari pada utangnya."
=========================================================================
=========================================================================
Disunting dari buku karya Abdullah Zein "Memikat Hati
Pelanggan Ala Rasulullah "

Tidak ada komentar:
Posting Komentar